Untuk Bapak Tentara dan Bapak Polisi Negara Kesatuan Republik Indonesia
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

BUANG PENAT DALAM TUGAS DENGAN KEIKHLASAN

Oleh : Abu Nasim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz



Anggap saja tulisan ini sebagai cara saya untuk menyapa Panjenengan semua. Hanya beberapa dari Panjenengan yang pernah saya berjumpa dan bertemu dengannya. Selain itu, hanya sekedar mengetahui nama. Walaupun demikian, saya merasa bukan orang asing atau teman yang baru saja kenal. Seolah-olah, hubungan batin diantara kita sudah terjalin cukup lama. Kenapa? Barangkali, komitmen kita untuk menempuh jalan hidup Rasulullah, itulah yang mempersatukan kita.

Dari obrolan dengan beberapa kawan yang masih aktif berdinas, baik TNI maupun Polri, saya bisa menangkap betapa beratnya tugas yang diemban dan harus dilaksanakan. Melayani publik, mewujudkan keamanan dan seabreg tugas lainnya. Terkadang tak kenal tidur dalam sehari semalam. Lapar dan haus telah menjadi konsekuensi tugas yang tidak dapat dielakkan. Berpisah dengan anak istri? Ah, itu bukan hal yang baru.

Untuk membayangkan ritme dan irama tugas Panjenengan, saya terus terang saja tidak mampu. Pasti dituntut mobilitas tinggi. Harus dipadukan dengan profesionalisme. Dari atasan ditekan, dari bawah dituntut. Belum lagi jika masalah keluarga muncul, entah dengan istri, terkait anak atau salah faham dengan orang tua. Tentu penat. Pasti resah.

Saya mencoba membayangkan. Bayangan yang saya lakukan berdasarkan pengamatan dari beberapa kali kejadian. Membayangkan jika saya yang berdiri, bertugas di antara sekumpulan massa yang sulit dikendalikan. Dalam aksi demosntrasi, misalkan. Walaupun kita sama-sama tahu, bahwa Islam melarang dan mengharamkan aksi demonstrasi. Namun, saya pernah menyaksikan. Apa yang pernah saya saksikan?

Anda, wahai saudaraku aparat keamanan yang sedang bertugas. Anda yang berusaha menenangkan massa. Anda yang berupaya mengarahkan dan menuntun agar tidak terjadi aksi kekerasan. Anda masih saja bertugas untuk mengendalikan aksi. Anda saat itu, terkena sumpah serapah dari mereka. Caci maki diarahkan kepada Anda. Ludah dibuangkan ke arah Anda. Batu, botol, plastik, sandal atau apa saja yang mereka punya, dilemparkan kepada Anda. Apalagi saat berdesakan saling mendorong.
Hmm.....

Pernah merasa tersinggung? Pernah merasa menyesal menjadi aparat keamanan? Pernah ingin membalas aksi mereka? Pernah berkeluh kesah dengan rekan-rekan? Pernah membalas sumpah serapah mereka? Pernah merasa kesal, jengkel dan benci?

Kalau Anda pernah merasa tersinggung, menyesal menjadi aparat keamanan, ingin membalas aksi mereka, berkeluh kesah dengan rekan-rekan, membalas sumpah serapah mereka, jengkel dan benci. Kalau Anda pernah merasakan hal-hal tersebut di dalam bertugas, pasti Anda pernah pula merasakan kecewa, sakit hati, dendam dan kesal.

Saudaraku, tugasmu untuk menjaga keamanan, memberi kenyamanan dan menjunjung ketertiban, adalah tugas yang mulia dan luhur. Jangan engkau kotori dengan hal-hal di atas! Jangan pernah engkau nodai tugas muliamu dengan sikap-sikap tidak terpuji semacam di atas! Ketahuilah, ada banyak pahala menantimu. Sadarilah bahwa balasan terbaik akan Allah berikan untukmu.

Asalkan engkau ikhlas bertugas. Jikalau engkau tulus bertugas. Berharaplah pahala banyak di sana! Ingatlah selalu bahwa engkau bertugas bukan karena semata-mata perintah atasan, hanya melaksanakan instruksi komandan. Bukan karena meniti karir, menapaki jenjang kepangkatan. Bukan karena gaji, bukan pula untuk dipuji. Tidak untuk duniawi seperti itu kita bertugas.

Tahukah kita? Sadarkah kita? Kecewa, kesal, sesal dan sakit hati itu muncul sebagai pertanda bahwa keikhlasan kita dalam bertugas amatlah kecil. Siapapun dari kita yang mengharap cinta Allah terlimpah, kasih-Nya yang tercurah, keridhoan-Nya yang terus bertambah, ia tidak akan pernah merasakan kecewa, kesal, sesal dan sakit hati. Sebab ia yakin bahwa Allah lah yang akan membalas dan ia yakin bahwa Allah tidak akan mensia-siakan perbuatannya.

00000_____00000
Apa yang dimaksud dengan ikhlas? Dalam konteks tugas yang Panjenengan emban dan laksanakan, ikhlas diartikan dengan ketiadaan harap untuk meraih pujian dan sanjungan orang. Bukan dari komandan, bukan dari rekan atau bukan pula dari orang kebanyakan. Ikhlas dalam konteks tugas Panjenengan adalah kesiapan untuk ditempatkan di mana saja.

Khalid bin Walid adalah panglima besar di dalam sejarah Islam. Beliau yang ditunjuk khalifah Abu Bakar untuk memimpin dan mengatur pasukan Islam guna menghadapi musuh. Kerajaan Romawi dan Kerajaan Persia pernah merasakan betapa pahitnya jika harus berhadap-hadapan dengan Khalid bin Walid. Ada sederet pertempuran yang dimenangkan Khalid bin Walid.

Di masa pemerintahan khalifah Umar, Khalid bin Walid dimutasi. Jabatan beliau digeser. Dari seorang panglima besar menjadi seorang prajurit biasa. Dalam bahasa Panjenengan, diturunkan pangkatnya. Bahkan penurunan pangkat yang luar biasa. Dari jendral menjadi prajurit biasa. Beliau yang sebelumnya memimpin dan mengatur, menjadi dipimpin dan diatur. Khalid bin Walid merupakan teladan kita dalam ikhlas bertugas.

Kenapa khalifah Umar mengambil keputusan seperti itu? Beliau mampu membaca dan meraba, akan munculnya kesan di sebagian prajurit bahwa Khalid bin Walid adalah jaminan kemenangan. Tidak ada pertempuran yang tidak dapat dimenangkan Khalid. Khalifah Umar khawatir jika sebagian pasukan akan memalingkan harapan, dari yang semestinya kepada Allah berubah arah menjadi kepada Khalid bin Walid.

Khalifah Umar melakukannya bukan karena benci, apalagi iri. Khalifah Umar akhirnya menjadi sahabat yang paling merasa kehilangan, paling bersedih dan banyak memberikan sanjungan saat Khalid bin Walid meninggal dunia. Kasih cinta khalifah Umar tidak ada satu pun yang meragukannya.

Di sini kita belajar aplikasi keikhlasan!

Di dalam bertugas, tidak ada unsur saling jegal menjegal, sikut menyikut. Janganlah bersaing dalam jabatan. Tidak ada kesatuan yang lebih baik bila dibandingkan dengan kesatuan yang lain karena yang menentukan baik tidaknya adalah ketakwaan. Tidak ada iri dan dengki. Tidak ada upaya untuk menjatuhkan atau mencemarkan nama baik. Jangan merasa diri lebih hebat atau paling berpengalaman. Hidupkan rasa senangmu jika menyaksikan rekanmu berhasil dalam bertugas. Tunjukkan rasa sedih bila rekanmu diuji dengan musibah.

Konsep keikhlasan yang diajarkan Islam, bila dipelajari dan didalami apalagi diamalkan dalam aktivitas sehari-hari, pastilah akan banyak membantu dan meringankan beban tugas. Darimana kita belajar konsep keikhlasan? Yakinilah bahwa Al Qur'an dan As Sunnah adalah sumber referensi utama untuk belajar ikhlas.

Hiasi dan makmurkan tugasmu dengan ibadah, shalat dan berdoa. Jauhi semua bentuk perbuatan syirik, seperti menggunakan jimat, jampi dan sihir. Sering-seringlah membaca kisah dan biografi para ulama, para panglima besar Islam juga orang-orang shalih dari kalangan Salaf, maka keikhlasan itu bukanlah sebuah keniscyaan untuk kita. Sungguh demi Allah, dengan ikhlas, tugas pun akan terasa ringan. Tidak ada penat. Jauh dari kejenuhan.

Selamat bertugas dengan penuh semangat, doa kami menyertai langkah Panjenengan


Lendah, Kulonprogo
Jum'at 18 Maret 2016

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
https://telegram.me/kajianislamlendah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

1 comments:

Anonymous said...

Daftar Situs Judi Slot Online & Judi Online Casino
Daftar judi slot online terpercaya Indonesia. Game slot online yang sudah menyediakan game slot online, casino online, poker online dan jackpot besar.Game Slot Gacor: Aztec Gems, Sweet 제왕카지노 Bonanza, Koi Gate choegocasino of Olympus, Waktu Deposit: Transfer Bank dan E-Provider Slot: 온카지노 Pragmatic Play, Slot88,

Post a Comment

Copyright © 2012 TRV / Template by : Urangkurai